Assalamu'alaikum wr.wb
Kali ini saya akan memposting tugas kewirausahaan tentang PENGADAAN FASILITAS DAN BAHAN BAKU PRODUKSI, PEREKRUTAN DAN PENEMPATAN SDM
Semoga bermanfaat.
D. PENGADAAN
FASILITAS DAN BAHAN BAKU PRODUKSI
1.
Pengadaan Fasilitas
Setiap
perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda dalam hal pengadaan fasilitas
produksi; ada yang menggunakan alat sederhana, ada pula alat-alat modern. Tidak
jarang pula perusahaan memerlukan fasilitas produksi yang dilindungi hak paten.
Fasilitas pengankutan juga
merupakan faktor penting yang harus diperhatikan. Masalah pengangkutan meliputi
pengangkutan bahan mentah, barang jadi, dan tenaga kerja.
a.
Penentuan mesin dan peralatan
Penentuan
mesin dan peralatan berkaitan dengan penentuan jenis teknologi. Penentuan mesin
produksi relatif mudah, namun tetap harus di lakukan dengan teliti.
Dalam proses produksi, beberapa
tahap proses produksi dapat dilakukan oleh satu mesin atau sekelompok mesin.
Anda
juga perlu membuat daftar tentang mesin dan peralatan apa saja yang di butuhkan
dalam kegiatan usaha. Mesin dan peralatan di kelompokkan sebagai berikut.
1.
Peralatan angkutan;
2.
Peralatan elektronik;
3.
Peralatan mekanik;
4.
Mesin pabrik;
5.
Peralatan lain;
b.
Penentuan gedung dan bangunan lain
Setelah menentukan jenis
teknologi, jumlah kebutuhan mesin, dan peralatan yang akan di pergunakan, Anda
kemudian menyusun perkiraan biaya yang di perlukan untuk membangun gedung dan
bangunan lain untuk kegiatan usaha.
2.
Pengadaan Bahan Baku Produksi
Setiap
kegiatan usaha membutuhkan persediaan bahan baku dan bahan pendukung lain yang
memenuhi standar mutu produksi. Bahan baku tersebut harus selalu tersedia dalam
jumlah yang cukup ketika di perlukan.
Memilih lokasi usaha yang dekat
dengan sumber bahan baku dapat menjadi alternatif yang menguntungkan, antara
lain pasokan bahan mentah lebih mudah, ongkos angkutan yang lebih murah, dan
lebih mudah untuk melakukan perluasan usaha.
E. PEREKRUTAN DAN
PENEMPATAN SDM (SUMBER DAYA MANUSIA)
Karyawan merupakan faktor yang
paling penting bagi wirausaha untuk mencapai tujuan usahanya. Karyawan yang
mempunyai motivasi kerja, keterampilan kerja, loyalitas, tanggung jawab yang
tinggi, serta menangani bidang kerja yangtepat (the right man on the right place) tentu akan bekerja lebih efisien
dan efektif.
1.
Perencanaan Sumber
Daya Manusia
Dalam
perencanaan ini dilakukan beberapa persiapan seleksi tenaga kerja, di antara
membuat perkiraan jumlah karyawan yang di butuhkan, perkiraan lowongan
pekerjaan yang tersedia, dan perkiraan waktu kerja yang di butuhkan.
Sebelum melakukan perekrutan,
selain menghitung berapa jumlah karyawan yang di butuhkan, seorang wirausahawan
juga harus menentukan kualifikasi karyawan yang dibutuhkan.
Untuk
membuat analisis jabatan diperlukan data-data antara lain :
a. Nama pekerjaan,
b. Kegiatan yang harus dikerjakan pada suatu jabatan,
c. Peralatan atau mesin yang akan dipergunakan
d. Bahan yang digunakan,
e. Pendidikan dan pelatihan,
f. Wewenang dan tanggung jawab karyawan,
g. Kondisi pekerjaan,
h. Risiko/bahaya.
Dalam
menentukan kualifikasi karyawan, ada hal-hal yang perlu di perhatikan, antara
lain :
1. Pendidikan
2. Pengalaman kerja
3. Keahlian fisik dan komunikasi
4. Tanggung jawab
5. Karakter tenaga kerja
6. Usia
7. Jenis kelamin
8. Keadaan fisik
9. Temperamen
10. Bakat
2.
Perekrutan/Rekrutmen
Rekrutmen
adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat karyawan, buruh, manajer,
atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di satu
perusahaan.
Proses perekrutan sumber daya
manusia yang berkualitas tergantung pada kriteria yang di butuhkan, sistem
perekrutan, media yang dipilih, proses tes dan wawancara, serta penawaran gaji
da tunjangan.
3.
Seleksi
Proses
seleksi merupakan tindak lanjut dari perekrutan. Alat-alat yang sering
digunakan dalam proses seleksi adalah formulir daftar riwayat hidup, dan
soal-soal (psikotes, pengujian sikap/personality,
pengujian keterampilan).
4.
Sosialisasi dan Orientasi
Proses
sosialisasi dilakukan setelah proses seleksi selesai. Setelah sosialisasi
selesai, dilanjutkan oleh proses orientasi untuk membantu penyesuaian diri
dengan pekerjaan, tempat, lingkungan, kenyamana dan keamanan dalam bekerja.
5.
Pelatih (training) dan Pengembangan
Pelatihan dan pengembangan
bertujuan untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam memberikan kontribusi
terhadap efektivitas organisasi.
6.
Penilaian Prestasi Kerja
Prestasi
kerja seseorang harus di nilai dan dievaluasi sesuai dengan standar yang
berlaku di perusahaan.
7.
Promosi, Rotasi, Demosi, dan PHK
Nilai
dan hasil kerja dari seorang karyawan perlu ditindak lanjuti. Seorang karyawan
bisa dipromosikan bila memiliki prestasi kerja bagus dan kemauan tinggi.
Karyawan juga bisa didemosikan
(penurunan jabatan atau posisi) bila prestasi kerja rendah untuk kemudian di
tempatkan di bagian yang kurang penting atau bahkan di-PHK (Pemutusan Hubungan
Kerja).




