Sabtu, 20 Agustus 2016

PENGADAAN FASILITAS DAN BAHAN BAKU PRODUKSI



Assalamu'alaikum wr.wb
Kali ini saya akan memposting tugas kewirausahaan tentang PENGADAAN FASILITAS DAN BAHAN BAKU PRODUKSI, PEREKRUTAN DAN PENEMPATAN SDM
Semoga bermanfaat.



D. PENGADAAN FASILITAS DAN BAHAN BAKU PRODUKSI

1. Pengadaan Fasilitas
                Setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda dalam hal pengadaan fasilitas produksi; ada yang menggunakan alat sederhana, ada pula alat-alat modern. Tidak jarang pula perusahaan memerlukan fasilitas produksi yang dilindungi hak paten.
                Fasilitas pengankutan juga merupakan faktor penting yang harus diperhatikan. Masalah pengangkutan meliputi pengangkutan bahan mentah, barang jadi, dan tenaga kerja.

a. Penentuan mesin dan peralatan
                Penentuan mesin dan peralatan berkaitan dengan penentuan jenis teknologi. Penentuan mesin produksi relatif mudah, namun tetap harus di lakukan dengan teliti.
                Dalam proses produksi, beberapa tahap proses produksi dapat dilakukan oleh satu mesin atau sekelompok mesin.
Anda juga perlu membuat daftar tentang mesin dan peralatan apa saja yang di butuhkan dalam kegiatan usaha. Mesin dan peralatan di kelompokkan sebagai berikut.
1.       Peralatan angkutan;
2.       Peralatan elektronik;
3.       Peralatan mekanik;
4.       Mesin pabrik;
5.       Peralatan lain;

b. Penentuan gedung dan bangunan lain
                Setelah menentukan jenis teknologi, jumlah kebutuhan mesin, dan peralatan yang akan di pergunakan, Anda kemudian menyusun perkiraan biaya yang di perlukan untuk membangun gedung dan bangunan lain untuk kegiatan usaha.

2. Pengadaan Bahan Baku Produksi
                Setiap kegiatan usaha membutuhkan persediaan bahan baku dan bahan pendukung lain yang memenuhi standar mutu produksi. Bahan baku tersebut harus selalu tersedia dalam jumlah yang cukup ketika di perlukan.
                Memilih lokasi usaha yang dekat dengan sumber bahan baku dapat menjadi alternatif yang menguntungkan, antara lain pasokan bahan mentah lebih mudah, ongkos angkutan yang lebih murah, dan lebih mudah untuk melakukan perluasan usaha.

E. PEREKRUTAN DAN PENEMPATAN SDM (SUMBER DAYA MANUSIA)

                Karyawan merupakan faktor yang paling penting bagi wirausaha untuk mencapai tujuan usahanya. Karyawan yang mempunyai motivasi kerja, keterampilan kerja, loyalitas, tanggung jawab yang tinggi, serta menangani bidang kerja yangtepat (the right man on the right place) tentu akan bekerja lebih efisien dan efektif.

1. Perencanaan Sumber Daya Manusia
                Dalam perencanaan ini dilakukan beberapa persiapan seleksi tenaga kerja, di antara membuat perkiraan jumlah karyawan yang di butuhkan, perkiraan lowongan pekerjaan yang tersedia, dan perkiraan waktu kerja yang di butuhkan.
                Sebelum melakukan perekrutan, selain menghitung berapa jumlah karyawan yang di butuhkan, seorang wirausahawan juga harus menentukan kualifikasi karyawan yang dibutuhkan.
Untuk membuat analisis jabatan diperlukan data-data antara lain :
a. Nama pekerjaan,
b. Kegiatan yang harus dikerjakan pada suatu jabatan,
c. Peralatan atau mesin yang akan dipergunakan
d. Bahan yang digunakan,
e. Pendidikan dan pelatihan,
f. Wewenang dan tanggung jawab karyawan,
g. Kondisi pekerjaan,
h. Risiko/bahaya.
Dalam menentukan kualifikasi karyawan, ada hal-hal yang perlu di perhatikan, antara lain :
1. Pendidikan
2. Pengalaman kerja
3. Keahlian fisik dan komunikasi
4. Tanggung jawab
5. Karakter tenaga kerja
6. Usia
7. Jenis kelamin
8. Keadaan fisik
9. Temperamen
10. Bakat

2. Perekrutan/Rekrutmen
                Rekrutmen adalah suatu proses untuk mencari calon atau kandidat karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di satu perusahaan.
                Proses perekrutan sumber daya manusia yang berkualitas tergantung pada kriteria yang di butuhkan, sistem perekrutan, media yang dipilih, proses tes dan wawancara, serta penawaran gaji da tunjangan.

3. Seleksi
                Proses seleksi merupakan tindak lanjut dari perekrutan. Alat-alat yang sering digunakan dalam proses seleksi adalah formulir daftar riwayat hidup, dan soal-soal (psikotes, pengujian sikap/personality, pengujian keterampilan).

4. Sosialisasi dan Orientasi
                Proses sosialisasi dilakukan setelah proses seleksi selesai. Setelah sosialisasi selesai, dilanjutkan oleh proses orientasi untuk membantu penyesuaian diri dengan pekerjaan, tempat, lingkungan, kenyamana dan keamanan dalam bekerja.

5. Pelatih (training) dan Pengembangan
                Pelatihan dan pengembangan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam memberikan kontribusi terhadap efektivitas organisasi.

6. Penilaian Prestasi Kerja
                Prestasi kerja seseorang harus di nilai dan dievaluasi sesuai dengan standar yang berlaku di perusahaan.

7. Promosi, Rotasi, Demosi, dan PHK
                Nilai dan hasil kerja dari seorang karyawan perlu ditindak lanjuti. Seorang karyawan bisa dipromosikan bila memiliki prestasi kerja bagus dan kemauan tinggi.
                Karyawan juga bisa didemosikan (penurunan jabatan atau posisi) bila prestasi kerja rendah untuk kemudian di tempatkan di bagian yang kurang penting atau bahkan di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar